Kantin, Suasana Alam
Makan siang di lingkungan kampus Universitas Lampung dengan menikmati sejuknya suasana Alam di bawah rimbunnya pepohonan. Universitas Lampung (Unila, -red) sendiri memang sudah mempunyai banyak pepohonan yang rindang. Namun kali ini makan di tempat yang memang sejuk membuat suasana makan siang terasa sangat nyaman dan tenang.
Sebagian besar fakultas di Universitas Lampung memiliki kantin. Kali ini saya bersama Mr. Bagustyo makan siang di luar lingkungan fakultas-fakultas di Unila. Kali ini kita makan siang di Kantin Belakang Perpustakaan Universitas Lampung.
Kantin ini sendiri sebenarnya sederhana dan tidak mempunyai fasilitas yang dapat membuat pelanggan nyaman untuk menyantap makan. Hal ini dikarenakan area tempat berdagang sekaligus menjadi tempat untuk mengolah makanan sehingga tempat duduk untuk pengunjung/pembeli pasti menjadi tidak leluasa. Dengan keterbatasan ini, kantin yang terletak di pinggir jalan samping Perpustakaan Unila akhirnya meletakkan meja makan & bangku di ruas Trotoar pinggir jalan.
Kebetulan jalanan tempat meletakkan meja & kursi makan tidak menjadi jalanan utama sehingga kenyamanan masih tetap terasa. Ditambah dengan Rindangnya pepohonan yang tumbuh di sekitar kantin dan pinggir jalan. terlebih lagi adalah pepohonan yang ada di seberang jalan. begitu tinggi dan menjadikan suasana sekitar menjadi begitu teduh.
Untuk menu makan siang kali ini kami memesan menu yang sama yaitu Lontong soto ayam. Untuk rasa dari makan soto ayam ini, masih dalam taraf standar. namun dengan kolaborasi Alam yang teduh/sejuk ini, tentu tidak menjadi masalah bagi kami untuk menikmati suasana makan siang ini.
Berikut adalah koleksi poto yang sempat saya abadikan saat makan siang dengan suasana yang sedikit ramai. Keramaian sendiri karena hari ini ada acara wisuda Universitas Lampung di gedung Serba Guna (GSG) Unila. Dengan keramaian wisuda seperti ini pun kami tetap dapat menikmati kenyamanan saat makan siang. Keteduhan pepohonan di lingkungan kantin belakang perpustakaan Unila ini yang dapat menghibur kami.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.












Leave a Reply